Selasa, 10 Mei 2016

Pelajaran dari Yuyun

Sahabat Kak Adi dimanapun berada.... Semua aktifitas sehari-hari biasa saja dari mulai bangun tidur,ibadah,pergi ke sekolah.Sesampainya di sekolah sama seperti anak-anak di usianya melakukan hal yang sama,tiada yang terlihat aneh.Semua sama seperti biasa.Dari beberapa anak ada yang terlihat berkelompok atau bergeng. Bisa karena kompak,dan saling mengisi disaat peluang yang negatif. Bagaimana dengan diri kita sebagai orang tua ketika sampainya anak kita dirumah? Adakah Perhatian saat usia remaja? bagaimana peran kedua orang tua dalam mendidik anak-anak kita? atau membiarkannya karena sudah dianggap MANDIRI?! Hal yang lumrah,apalagi kesibukan orang tua,tapi bila hal ini di kampungnya yuyun. Apakah sama dg kehidupan di kota yang deras untuk mendapatkan pundi-pundi keuangan. Korban yuyun,diperlakukan oleh teman-temannya dengan rencana,dan Nafsu biadab.Sampai akhirnya meninggal di usianya.Nah,belajar yuk bagaimana sikap ini kita bentengi dari rumah kita. Jangan sampai terjadi pada anak-anak Anda yg Perempuan,atau sebaliknya menjadi Pelaku terhadap yuyun berikutnya. Naudzubillahi mindzalik.. Ayah & bunda..kakak dan abang dimanapun...mari kita mulai menyempatkan bahkan menyibukkan untuk Pendidikan dari dalam Rumah tangga kita : 1. Buat jadwal Pengajian 2. Ngaji bersama orang tua,bagi peran ayah membacakan hadist 1day1hadist -bisa cek di bulughul marom. Ibu memberikan Sikap dan membangun komunikasi apa yang pernah mereka lihat di sekolah,diluar sekolah dll. 3. Mengecek sampah dari hp anak2 kita.contoh : gambar seronok,film seronok dll-ini harus kita buang atau ditanyakan dapat dari siapa,dan berapa sering melihatnya? 4. Ajak untuk pengajian terdekat sesuaikan gender,atau searching jadwal dakwah di sosmed yang terjangkau oleh lokasi anda berada. 5. Biasakan ajak bangun tahajud,biasakan ajarkan anak dengan contoh mulia berkunjung ke panti,ke RS.Kanker ketempat yang dapat menjadi pelajaran dan dapat mengambil hikmah atas kehidupan yang mereka hadapi. 6. Membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah,pihak kementerian pendidikan,dan dinas terkait dlam pencegahan Stop Kekerasan Pada Anak mari kami sebagai Pendongeng,juga pemerhati pada anak siap membantu mengedukasi #StopKerak di berbagai tempat dan penjuru dunia. Agar Anak2 mendapat kesempatan masa depan yang gemilang tanpa putus sekolah. sosmed : @PendekarTawa

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda